Julian 171

2608 Words

Lorong kantor itu sepi, hanya ada suara langkah beberapa karyawan yang berlalu-lalang di kejauhan. Julian baru saja keluar dari ruang rapat kecil ketika ia melihat wanita itu berdiri di dekat lift—Dara. Pakaiannya rapi, senyumnya tipis, tapi caranya berdiri terlalu yakin untuk seseorang yang tidak punya urusan jelas. Julian berhenti beberapa langkah darinya. Tatapannya datar, tidak menunjukkan minat sedikit pun. “Ada apa?” tanyanya singkat. Dara melangkah satu langkah lebih dekat, suaranya dibuat lembut. “Aku cuma mau bicara sebentar.” Julian menghela napas pendek. “Aku tidak punya waktu.” Namun sebelum Julian melangkah pergi, Dara meraih lengannya dan memeluknya dengan gerakan yang dibuat-buat, terlalu dekat untuk ukuran rekan bisnis atau orang asing. Julian langsung mengerutkan keni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD