Julian 41

2770 Words

gedung pernikahan yang indah dan megah itu runtuh begitu saja, puing-puing beterbangan di udara dan debu menutupi seluruh halaman gereja. tamu-tamu yang hadir panik, berteriak, dan berlarian menyelamatkan diri. di tengah kekacauan itu, ryujin hanya bisa menangis, tubuhnya gemetar, hatinya hancur melihat semua persiapan dan mimpinya bersama julian sirna seketika. air mata mengalir deras di pipinya, basah membasahi gaun yang sudah disiapkan untuk hari pernikahannya. julian, yang pada saat itu sedang menjalankan tugas berbahaya untuk seorang klien, tidak menyadari kehancuran yang terjadi di gedung pernikahan. ia sedang fokus menindak pesanan klien yang ternyata adalah jebakan licik andrew. tugas itu menuntutnya memburu dan membunuh seorang wanita — yang digambarkan sebagai targetnya — padaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD