Julian 40

2389 Words

Farah duduk di ruang tamu apartemen Julian, menatap Ryujin dengan tatapan yang campur aduk antara keterkejutan, kekhawatiran, dan sedikit penerimaan. Ia tahu, tidak peduli seberapa keras hatinya menolak, fakta tetap fakta. Ryujin sedang mengandung anak Julian, cucu yang akan menjadi bagian dari keluarganya. “Ryujin,” kata Farah pelan, suaranya terdengar tegas namun tidak kasar. “Kau harus menjaga kandunganmu. Jangan sampai terjadi sesuatu yang bisa membahayakan dirimu dan anakmu. Aku tidak suka semua ini, tapi ini kenyataan. Kau akan menjadi istri Julian, dan aku akan menerima itu, setidaknya untuk keselamatan anak itu.” Ryujin mengangguk pelan, hatinya campur aduk. Ia merasa lega karena Farah, meski berat, tidak menentang secara terbuka. Namun ada rasa tegang, karena menerima Ryujin buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD