Julian 37

2702 Words

Julian menatap lama cincin itu di balik kaca etalase butik perhiasan khusus kalangan elite. Cahaya lampu membuat berlian di atasnya berkilau seperti serpihan bintang yang diremas menjadi satu bentuk lingkaran sempurna. Ia mengangkat sedikit alisnya, bukan karena terkejut, melainkan karena puas. Cincin itu memang pantas. Terlalu pantas, mungkin—tapi Ryujin selalu menyukai segala hal yang memberi kesan kemenangan, dan Julian ingin memastikan gadis itu merasa menang di hadapan Luna. Ia menunjuk cincin tersebut pada pengelola butik. “Yang itu. Tidak perlu dibungkus. Aku akan membawanya sendiri.” Satu miliar rupiah? Jumlah yang memang besar bagi kebanyakan orang, tetapi bagi Julian, itu hanya angka yang lewat begitu saja. Sama seperti ia melihat angka-angka di laporan keuangan perusahaannya—t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD