Julian 36

2767 Words

Andrew menjatuhkan berkas-berkas itu ke meja dengan suara keras. Kertas-kertas itu terlempar sedikit, membuat Luna tersentak seperti baru ditampar kenyataan. “Luna,” suara Andrew terdengar berat dan penuh kemarahan yang berusaha ia tahan, “apa yang sebenarnya kamu bawa dari apartemen Julian?” Luna memeluk lengannya sendiri, tubuhnya gemetar. “Itu… itu berkas yang kamu minta. Yang kamu bilang harus kucari dan kubawa keluar sebelum Julian pulang.” Andrew menatapnya sangat tajam, begitu tajam hingga Luna merasa napasnya sendiri tersangkut di tenggorokan. “Ini bukan berkas itu,” Andrew berkata dengan tegas. “Ini semua palsu. Setiap halaman. Setiap tanda tangan. Setiap data. Palsu, Luna.” Luna membelalakkan mata. “Tidak mungkin… aku—aku mengambilnya dari laci Julian. Laci yang kamu bilang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD