Julian 54

761 Words

Kekhawatiran itu perlahan berubah menjadi racun yang menggerogoti kepala Maverick. Sejak pesan terakhir Julian masuk ke ponselnya, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Tidurnya gelisah, napasnya berat, dan setiap bayangan wajah istrinya serta anaknya terus menghantui. Namun di balik rasa takut itu, ada ego besar yang menolak tunduk. Maverick tidak pernah terbiasa kalah, terlebih di hadapan Julian Leonard, pria yang selama ini ia anggap setara, bukan lebih tinggi. Ia berdiri di tengah ruang markas sementaranya di Jakarta, menatap layar-layar monitor yang menampilkan peta Dubai, jalur penerbangan, kamera jalanan, dan laporan anak buahnya yang terus berdatangan. Satu per satu nama lokasi dicoret. Satu per satu kemungkinan dipatahkan. “Cari lagi,” perintahnya dengan suara rendah namun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD