Julian tidak menunda satu detik pun. Begitu Farah berada dalam perlindungan penuh dan rumah utama kembali steril, ia langsung mengurung diri di ruang strateginya. Lampu ruangan itu redup, hanya layar-layar besar yang menyala, menampilkan peta dunia, jaringan kriminal, serta data pribadi Maverick yang terus diperbarui detik demi detik. Julian duduk diam, rahangnya mengeras. Tangannya mengetuk meja perlahan, ritmenya pelan tapi mengancam. Setiap ketukan adalah tanda bahwa dia sedang berpikir sangat serius. “Kamu berani menyentuh mamaku,” gumamnya dingin. “Baik. Sekarang lihat apa yang akan aku lakukan.” Salah satu tangan kanannya berdiri tidak jauh darinya. “Bos, tim intel sudah menarik semua data tentang Maverick.” “Laporkan,” ucap Julian tanpa menoleh. “Nama lengkapnya Maverick O’Con

