Julian 39

2489 Words

Ryujin keluar dari apotek dengan kantong plastik putih yang hampir tidak muat menampung sepuluh testpack yang baru saja ia beli. Orang-orang yang lewat sempat melirik, tetapi Ryujin tidak peduli. Bukan hari ini. Tidak sekarang. Semua pikirannya hanya berputar pada satu hal: memastikan kebenaran yang mungkin akan mengubah seluruh hidupnya. Ia berjalan cepat—hampir berlari—menuju lift apartemen. Jantungnya berdebar keras, tapi bukan karena takut. Ini karena euforia, kecemasan, harapan, dan ambisi yang berputar dalam pusaran yang sama. Begitu pintu lift terbuka, Ryujin masuk dan menekan tombol lantai apartemen dengan jari yang gemetar ringan. Semuanya terasa lambat. Lift yang biasanya terasa biasa saja, kini seperti ruang kecil yang menahan napas bersama dirinya. Ketika pintu lift terbuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD