Julian 178

2881 Words

Ide itu sebenarnya sudah lama ada di kepala Julian, tapi baru sekarang terasa seperti waktu yang tepat. Malamb itu, setelah Jasmine tertidur dan rumah kembali tenang, Julian duduk di samping Ryujin di ruang tengah. Televisi menyala tanpa benar-benar mereka perhatikan. Ryujin sedang melipat beberapa baju kecil Jasmine, sementara Julian memutar-mutar gelas air di tangannya. “Ryujin,” panggil Julian pelan. Ryujin menoleh. “Hm?” “Aku kepikiran sesuatu,” kata Julian. “Bagaimana kalau kita pergi berdua sebentar? Bulan madu. Bukan yang lama, tapi cukup buat kita istirahat.” Ryujin berhenti melipat. “Berdua?” “Iya,” jawab Julian. “Jasmine kita titipkan ke Luna, Geo, dan Mama. Aku sudah kepikiran ngomong ke mereka.” Ryujin terdiam beberapa detik. Bukan karena tidak mau, tapi karena kata “meni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD