Sebastian langsung turun dari mobil kemudian berlari masuk ke dalam hotel tempat Ellio menginap. Jangan ditanya bagaimana perasaannya. Sepanjang perjalanan dia tidak bisa tenang. Membayangkan putranya ketika sedang tantrum. Masuk ke dalam lift, Sebastian menekan tidak sabar tombol agar pintu segera tertutup. Sudah akan tertutup, gerakan dua daun pintu yang sudah mulai merapat tersebut berhenti, lalu justru kembali terbuka. Dua orang masuk ke dalam lift. Sebastian menghembus napas panjang. D*da pria itu bergerak naik turun dengan cepat. Sebastian terus memperhatikan angka yang menunjukkan di lantai berapa lift tersebut berada. Satu kakinya menghentak-hentak pelan lantai lift. Pria yang penampilannya sudah tidak lagi rapi tersebut terlihat gusar. Pikirannya sungguh tidak tenang. Ditambah

