“Jadi … dia hasilmu mel*cur pada suamiku?” tanya Casandra pada wanita yang berdiri di depannya, sementara tatapan mata wanita itu terarah ke dalam ruangan—lebih tepatnya ke atas ranjang. “Jaga bicaramu. Kupikir kamu wanita berkelas,” kilah Necil yang sakit hati mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh seorang wanita yang dia ketahui istri dari pria masa lalunya. Wanita itu mengetatkan katupan kedua rahangnya. Necil menghalangi langkah Casandra. “Putriku sedang sakit. Pergilah jika kedatanganmu hanya untuk menyakitinya.” Sepasang mata Casandra mengecil. Beberapa detik wanita itu menatap tajam perempuan di depannya, sebelum kemudian wanita itu menarik langkah ke depan lalu mendorong kuat tubuh Necil hingga perempuan itu terhuyung ke belakang dan nyaris terjatuh--jika saja dia tidak

