“Papa mau aku temani bertemu mereka?” tanya Sebastian. Sepasang anak menantu dan mertuanya itu sedang duduk berhadapan di salah satu meja kafetaria rumah sakit. Sebastian terpaksa memaksa sang papa mertua meninggalkan ruang rawat istrinya karena tidak ingin membuat Louisa semakin histeris. Adam Reed yang semula masih menatap ke luar kafe dari dinding kaca, memutar kepala ke depan. Pria tua dengan wajah murung itu menatap sang menantu. Mengedip pelan, pria itu membuka mulut. “Casandra dan Louisa akan semakin marah padaku kalau aku menemui mereka.” Hembusan napas panjang pria itu lakukan. “Mereka akan berpikir jika aku masih berhubungan dengan mereka.” “Papa tidak bisa acuh. Biar bagaimanapun—Laura anak kandung Papa.” Sebastian terdiam. Kedua alis pria itu perlahan bergerak ketika sang pe

