MPE Bab 152

1819 Words

Louisa memperhatikan sang suami yang berdiri dengan ponsel menempel di telinga kanan. Satu tangan yang bebas berada di pinggang. Wajah pria itu mengeras. Louisa bahkan bisa melihat kedutan-kedutan di sekitar rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Sebastian menggeram tertahan. Orang yang dia hubungi tak kunjung menerima panggilannya. Bahkan hingga nada dering sekali lagi berhenti, orang itu masih tidak menjawab. Ya, ini sudah yang ke lima kalinya—Sebastian menekan nomor yang sama. “Sial*n. Dia tidak menjawab.” Sebastian menghentak napasnya sambil menurunkan ponsel. Pria yang masih berdiri dengan satu tangan berkacak pinggang itu kemudian terlihat sibuk dengan benda di tangannya untuk beberapa saat. Tak lama kemudian, Sebastian sudah menempelkan polselnya ke telinga sekali lagi. Kali ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD