Baby Boy

1228 Words

“Sakit, Mas ...” rengek ku selama diperjalanan menuju rumah sakit. “Aduh, rasanya nggak enak. Kenapa ini?” “Sabar ya, Sayang. Sebentar lagi sampai rumah sakit.” Mas Rayan mengusap punggungku, perutku, kepalaku sesuai permintaanku. Anakku di dalam sana seperti tengah memberontak ingin segera keluar dari perutku. “Awwwww, ssssssttttt, sakit ...” desis ku ketika gelenyar aneh dan menyakitkan kembali datang. Terakhir aku periksa, Dokter mengatakan jika HPL masih 2 minggu lagi, sepertinya aku akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan Dokter. Mules yang aku rasakan sejak pagi ternyata kontraksi kecil, aku kira gara-gara makan bakso terlalu pedas. Tanganku mencengkram lengan Mas Rayan ketika kontraksi kembali datang, kali ini lebih hebat dari sebelumnya. Aku merintih kesakitan dan keringat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD