Apa sudah saatnya?

1658 Words

Tidur siangku terganggu oleh suara teriakan Nayeef. Saat aku membuka mata dia ada di depanku, tersenyum hingga menampakan gigi gingsul nya, tangannya membawa ipad yang layarnya mengarah ke arahku. “Mumu sudah melahirkan?” Nayeef mengangguk, ikut merebahkan badannya di sebelahku. “Adek lagi apa?” tanyanya. “Nendang-nendang terus kayaknya lapar.” “Mau kue moci?” tawarnya, selama aku hamil Nayeef selalu membawa jajanan ketika pulang sekolah untuk diberikan pada adik bayi nya. “Enak apa enggak?” Aku tidak begitu yakin dengan makanan yang dibelinya. Selain rasanya aneh, kadang bentuknya juga menyeramkan. Pernah dia membeli takoyaki ala-ala ibu kantin. Bentuknya tak beraturan dan tidak ada rasanya sama sekali. “Enak banget, soalnya Mama dan Papa sudah mencoba.” “Yakin? Nanti kayak kemar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD