POV Arayan 3

1260 Words

“Kamu boleh dekat dengan Cintami.” Kalimat yang membuatku tersenyum selama berhari-hari waktu itu. Papa akhirnya mengijinkan aku mendekati putrinya dan memperbolehkan ku mengajak pergi Cintami namun dengan syarat, yaitu tetap menjaga jarak. Setelah mendapatkan lampu hijau aku mulai berani menawarkan bantuan pada Cintami untuk menyebar kuesioner penelitian di daerah Sleman. Selain membantunya agar cepat lulus, aku juga memiliki niatan untuk mengenalkannya pada Eyang Marwa. Sejak bulan lalu beliau terus meminta agar aku membawa gadis yang akan ku jadikan pendamping hidup. “Iya, Eyang. Ini sudah di perjalanan. Rayan mampir setelah dari SD ya.” “Sarapan di rumah Eyang saja.” “Maaf, Eyang, sedang mengejar waktu.” “Ya sudah, janji mampir ya.” “Iya, Eyang.” Sepanjang perjalanan menuju Sl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD