ELANG Astaga … aku benar-benar kesal. Kenapa juga acara resepsi ini begitu lama, dan aku harus terjebak dengan relasi-relasi bisnis yang datang untuk mengucapkan selamat, lalu mengajak berbincang. Sementara istriku sedang tertawa bersama teman-temannya. Bukan hanya ketujuh sahabat semasa SMA nya, melainkan ditambah Tantra, Restu, Aldo, dan jangan lupakan teman-teman dokter istriku yang juga ikut berkumpul. Entah bagaimana … mereka dengan cepat terlihat begitu akrab. Kuhembuskan napas samar, saat emosi mulai menggunung ketika memikirkan mereka dengan bebasnya menikmati senyum istriku. Seharusnya aku. Hanya aku—kesalku. Kuraih minuman di atas meja, lalu kuteguk isinya hingga langsung tandas. Ingin mengusir beberapa orang yang masih seru bercerita di sekelilingku—tapi aku sadar betul i

