Bab 02. Ekstra bab 09

1583 Words

ASEAN Aku masih mengingat dengan jelas pertemuan pertamaku dengan pria yang berdiri di depan sana. Rasanya, kenangan itu baru terjadi kemarin. Saat dia menawariku bantuan untuk melompati pagar sekolah. Dari pertama, aku tahu dia pria yang memiliki hati lembut, sekalipun penampilannya selengean dengan rambut gondrong sepanjang di bawah telinga. Dialah pria yang menjadi cinta pertamaku. Dia masih sama tampan, bahkan semakin bertambah tampan di mataku dengan pertambahan usia yang semakin matang. Pria yang sudah menjadi suamiku satu tahun lalu, dan beberapa menit lalu baru saja mengulang ijab kabul dengan menjabat tangan papaku. Meskipun momen ini merupakan pengulangan, namun aku merasakan suasana sakral seperti satu tahun lalu. Dadaku penuh dengan rasa bahagia sekaligus haru. Napasku mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD