Author POV Sean sudah tidak bisa lagi menahan luapan emosinya. Dokter muda itu menatap penuh amarah sosok yang masih duduk dengan kaku di seberang meja kerjanya. Mendapati Sean marah, tidak membuat Elang ikut marah. Sebaliknya, hatinya berdenyut nyeri. Dia ikut andil membuat Sean semarah ini. Jalinan jemari pria itu saling meremas. Sungguh … Elang ingin bisa menenangkan Sean. Tapi, dia tidak tahu bagaimana caranya. Apa pun yang keluar dari mulutnya, hanya akan membuat Sean semakin marah. “Tolong keluar!” Sean mengusir Elang. “Saya tidak akan bisa menahan diri, jika anda masih ada di sini. Tolong keluar dan jangan pernah muncul lagi di hadapan saya.” Sean bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Elang terhenyak. Ditatapnya sepasang mata yang sudah memerah di hadapannya. Elang bisa melihat l

