SEAN-- ‘Ini tidak mungkin,’ batinku. Bukan nama Pipin yang tertera pada layar. Deretan angka ini … aku tidak mengenalnya. Aku bergidik. Kugelengkan kepala. Benar-benar berharap kali ini aku sedang berada di dalam alam mimpi atau sedang kena prank. Ya … aku pasti hanya sedang bermimpi. Mimpi yang terasa begitu nyata. Se-nyata deru napasku yang sudah memburu. Sambungan masih terhubung. Kembali kubawa ponsel ke telinga untuk memastikan aku sedang kena prank. “Pin …,” panggilku. Aku sungguh berharap setelah ini akan mendengar gelak tawa salah satu sahabatku itu setelah berhasil membuatku menegang. Apa ini April mop?? Kucoba mengingat tanggal. Bukan. April mop sudah berlalu. Bulan April sudah lewat. Jantungku berdetak semakin kencang. ‘Ayo tertawa … ayo tertawa,’ doa ku dalam hati. Berharap

