13. Mabuk

1328 Words

Nathaniel tiba-tiba meraih ponselnya. Gerakan itu refleks, nyaris tanpa pikir panjang. Bukan untuk menelepon balik Shenina karena nama itu bahkan tidak lagi ia lirik di layar, melainkan membuka daftar kontaknya. Jarinya berhenti pada satu nama yang beberapa hari lalu sengaja ia simpan. Joceline. Nomor yang ia minta pada asistennya dengan alasan yang bahkan hingga kini tidak sepenuhnya ia pahami. Mungkin soal pernikahan. Mungkin karena Joceline yang mengurusnya langsung. Atau mungkin karena ada sesuatu yang terus mengganggu pikirannya sejak wanita itu kembali. Ia menekan ikon telepon. Nada sambung terdengar satu kali, dua kali, hingga akhirnya suara di seberang sana menyahut, datar dan asing. “Hallo? Siapa ini?” “Aku. Nathaniel,” ucapnya singkat. Ia melirik ke arah William, yang langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD