“Dan setelah semuanya, kamu akan pergi lagi, Jo?” “Nath, lepaskan. Kau mabuk. Aku harus kembali ke unitku.” dan memakan makan malamku yang aku tinggalkan karena kamu. Joceline berusaha untuk bangkit, namun tidak bisa. Tenaganya sudah habis dan lengan Nathaniel, bisa-bisanya lengan itu mengait erat di pinggangnya padahal dalam keadaan mabuk. “Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja? Kamu sangat licik, Joceline!” Nathaniel membalikkan posisi tubuhnya, membuat kali ini Joceline berada di bawah kungkungannya. “Nath—” Ia memainkan rambut panjang Joceline. Tatapannya, Joceline tidak bisa mengartikan apa arti tatapan itu apalagi di saat Nathaniel dalam keadaan mabuk. Oh tidak, lebih tepatnya setengah mabuk. “Kamu sangat seenaknya, Jo. You said you want all of me today, but tom

