41. Dua Manusia Bodoh

1263 Words

“Shenina, dengar.” Nathaniel memegang pergelangan tangan Shenina, menurunkannya perlahan dari wajahnya. Ia memegang tangan itu dengan lembut namun penuh penekanan. “Kita tidak bisa melakukannya. Kita hanya akan menciptakan kekacauan baru dan semakin memperburuk keadaan.” “Kenapa, Nath? Kamu... apa kamu sudah tidak mencintai aku? Apa kamu sudah tidak menginginkan aku lagi? Apa tubuh Kak Joceline lebih menggoda daripada aku?” “Shenina, sudah. Cukup!” “Kenapa? Apa ucapanku benar? Apa kehadiran Kak Jocé ternyata mengubah perasaan kamu? Apa kamu kembali mencintai dia?” “Shenina, hentikan!” “Jawab saja, Nathaniel!” “Sudah kubilang aku menikahinya karena tanggung jawab, Shen!” suara Nathaniel meninggi, penuh dengan frustrasi. “Aku hanya tidak ingin membuat kekacauan yang akan menghancurkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD