Pintu mobil sedan mewah itu tertutup dengan suara debuman halus yang meredam kebisingan dunia luar. Udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyapa kulit Tiana dan mengusir hawa panas Jakarta yang menyengat. Tiana tidak langsung duduk dengan tenang. Dia malah berakting. Dia membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan seolah-olah dia baru saja melakukan kesalahan fatal. "Eh ini mobil Tuan Leonel yang tadi ya," ucap Tiana dengan nada dramatis yang dibuat-buat. Matanya mengerjap polos menatap Leonel yang duduk di balik kemudi dengan satu tangan santai di setir. "Ya ampun kayaknya aku salah masuk deh. Maaf ya Om. Saya kira ini taksi online." Tiana memegang gagang pintu mobil dan berpura-pura hendak membukanya lagi untuk keluar. Leonel terkekeh rendah. Su

