Dia takut suaminya kena serangan jantung atau sesak napas karena kepedesan. Terdengar suara air keran dinyalakan dengan volume maksimal dari dalam. Lalu suara orang berkumur-kumur dengan sangat heboh. "Leon! Jawab aku! Perlu aku panggilin Dokter Salsa lagi nggak?!" teriak Tiana lagi, hampir menangis saking paniknya. Lima menit berlalu, yang bagi Tiana terasa seperti lima jam. Suara air di dalam akhirnya berhenti. Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Leonel melangkah keluar. Penampilannya sudah jauh lebih rapi daripada saat dia lari tadi. Dia sudah mencuci mukanya, rambutnya sedikit basah di bagian depan, dan kancing teratas kemejanya sudah dibuka. Wajahnya masih sedikit merah, dan bibirnya terlihat bengkak alami karena efek cabai. Tapi dasar Leonel, dia tetap berusaha terlihat ele

