Bab 74 -Mafia Keracunan?

1729 Words

Lima menit berlalu sejak perintah operasi seblak dikeluarkan. Tiana sudah berhenti ngambek, kini dia duduk bersila di atas kasur dengan wajah berbinar membayangkan kuah kencur pedas yang akan segera menyapa lidahnya. "Kenapa lama sekali?" gumam Leonel tidak sabar, jari-jarinya mengetuk lutut. "Seharusnya untuk jarak segitu, Marco sudah kembali dalam empat menit. Apa membeli kaki ayam membutuhkan negosiasi diplomatik?" Ponsel Leonel di nakas bergetar panjang. Nama Marco muncul di layar. Leonel segera mengangkatnya dan menekan tombol pengeras suara. "Lapor, Tuan," suara Marco terdengar sedikit terengah. Latar belakang suaranya riuh dengan bunyi klakson samar dan suara satpam apartemen yang terdengar sedang berdebat keras. "Ada masalah apa, Marco? Kenapa belum sampai atas?" tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD