Perjalanan menuju pusat perbelanjaan berjalan lancar tanpa hambatan. Mobil sedan hitam mewah milik Leonel berhenti tepat di lobi VIP. Seorang petugas valet langsung membukakan pintu dengan hormat. Tiana turun dengan wajah berbinar menatap bangunan megah di depannya sedangkan Leonel turun dengan gaya tenang sambil merapikan jas kasualnya. Mereka berjalan berdampingan menuju butik langganan Leonel di lantai dasar. Namun baru beberapa langkah memasuki area mal ponsel di saku Leonel bergetar panjang. Leonel melihat layar ponselnya. Nama tangan kanannya tertera di sana. Pria itu menghela napas. Absennya dia seharian kemarin membuat urusan bisnis bawah tanah menumpuk dan butuh persetujuan segera. "Tiana," panggil Leonel menghentikan langkah. "Ya?" Tiana menoleh dengan mata yang sudah meliri

