Perjalanan pulang dari pusat perbelanjaan terasa jauh lebih lama dari biasanya bagi Tiana. Suasana di dalam mobil sedan mewah itu hening, namun padat oleh ketegangan aneh yang menyenangkan sekaligus membuat perut mulas. Tiana duduk manis di kursi penumpang sambil menatap keluar jendela. Ia bersenandung kecil, berpura-pura sibuk melihat pemandangan jalanan Jakarta yang macet. Padahal, jantungnya sedang berdegup kencang seperti sedang lari maraton. Ia merutuki mulutnya sendiri yang tadi bicara sembarangan di mal. Leonel duduk di sebelahnya dengan kaki menyilang santai. Satu tangannya memegang tablet kerja, tapi matanya tidak melihat layar sama sekali. Matanya terpaku pada profil samping wajah istrinya yang terlihat gelisah. "Lagu apa itu?" tanya Leonel tiba-tiba, memecah keheningan.

