Matteo tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih dari Tiana menuju dua pria yang memegang kendali tertinggi di ruangan itu. "Tuan Alvaro, Tuan Abimana ... saya butuh waktu sebentar. Ada hal yang harus saya bicarakan dengan Anda berdua di luar. Empat mata ... atau tepatnya, enam mata," ucap Matteo dengan nada rendah yang sarat akan urgensi. Ia kemudian melirik ke arah kaki ranjang. "Biantara, aku butuh akses otakmu. Ikutlah dengan kami." Biantara, yang seolah sudah menduga sesuatu dari getaran tablet di tangannya, hanya mengangguk singkat. Ia menutup aplikasi medisnya dan beralih ke mode komunikasi terenkripsi. "Paman Matteo... ada apa sebenarnya?" Tiana bertanya lagi, kali ini suaranya sedikit gemetar. Ia bisa merasakan sisa trauma kecelakaan itu kembali menghimpit dadanya melihat

