Bab 62 - Sebuah Ancaman 🔥

2491 Words

Suasana malam di kediaman Leonel terasa lebih hening dari biasanya. Di ruang tengah yang luas dengan furnitur modern minimalis, Leonel duduk bersandar di sofa kulit hitam. Kemeja putihnya sudah digulung hingga siku, menampilkan lengan kekarnya. Namun, perhatian pria itu tidak sedang tertuju pada istrinya yang sedang sibuk memilah camilan di dapur. Matanya terkunci pada layar ponsel di tangannya. Dahinya berkerut dalam, rahangnya mengeras, dan aura di sekitarnya terasa gelap. "b******k," umpat Leonel pelan namun penuh penekanan. Di layar ponselnya, laporan dari anak buah kepercayaannya terpampang jelas. Laporan Situasi : Pihak Selatan mulai bergerak. Mereka mengirimkan kurir baru melalui jalur tikus di pelabuhan lama. Bukan barang biasa, Bos. Ini senjata rakitan. Jari jemari Leone

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD