Bab 77 - Tangisan dan Darah 🔥

1544 Words

Tiana masih menangis duduk di lantai ruang tamu. Tiba-tiba suara telepon berbunyi sangat keras dari arah kamar tidurnya. Tiana langsung berdiri. Kakinya terasa lemas dan gemetar. Dia memaksakan diri berlari masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya di atas kasur. Nama Marco muncul di layar. Tiana langsung menerima panggilan itu. "Marco? Leonel sudah jalan pulang menuju apartemen kan?" tanya Tiana dengan suara cepat dan panik. Terdengar suara napas Marco yang memburu di ujung telepon. Suara pengawal berbadan besar itu bergetar pelan. "Nyonya Tiana, Anda harus turun ke lobi apartemen sekarang juga," ucap Marco cepat. "Tim pengawal utama sudah menunggu di bawah." "Turun ke mana? Leonel kenapa, Marco?!" teriak Tiana. "Tuan Leonel kecelakaan parah di jalan tol pesisir, Nyonya. Mo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD