Bau khas obat rumah sakit langsung menusuk hidung Tiana saat ia membuka mata. Kepalanya terasa sangat berat dan pusing. Sedetik kemudian ingatan tentang jalan tol, mobil yang hancur, dan wajah Leonel yang penuh darah langsung menghantam pikirannya. Leonel! Tiana tersentak dan langsung berusaha bangun dari tempat tidur. Gerakannya tertahan karena ada jarum infus menancap di punggung tangan kirinya. "Tiana, jangan banyak bergerak dulu, Sayang," tegur sebuah suara wanita dari samping ranjang. Tiana menoleh cepat. Ia melihat Nyonya Arielle, ibu kandung Leonel, sedang duduk di kursi sebelah kanan tempat tidurnya. Wajah wanita paruh baya itu terlihat sangat cemas. Di sebelah kiri ranjang, ada seorang gadis muda yang sedang menggenggam tangan kanan Tiana erat. Dia sangat cantik, Tiana

