Chapter 3--Resign... . . “Ada siapa barusan, Can?” Selidik Dillah, merasa dengar suara seorang laki-laki. Namun, saat ia mau menyusul, adiknya dan sang putri kecil sudah kembali masuk. Candani yang baru melangkah masuk rumah, harus berhadapan dengan Dillah. “Salah ala—“ “Ada, Om.” Candani mengerjap menatap keponakannya, tadi dia tidak mau mengajak Rara tetapi karena kakaknya sedang di kamar mandi, Rara yang bersama dengannya ingin ikut. Sudah pasti keponakannya yang sebentar lagi berusia empat tahun, sudah pintar bicara dan mengerti situasi sekitar akan melapor. “Om?” tanggap Dillah menatap adiknya. "Iya," angguk Rara dengan polos. "Om siapa?" “Salah alamat, aku nggak kenal.” Kata Candani segera mengambil alih, Rara menatap bingung dengan jawaban sang TaCan. "Ingat kata Ba

