Chapter 4--Resign 2 . . Pak Nolan benar-benar menunggunya, memakai salah satu ruang biasa untuk meeting, suasana terasa canggung. Pak Nolan menunjuk kursi di depannya. Candani menatapnya dingin, “kenapa harus di sini?” “Kamu mau kita kembali ke ruangan—“ “Nggak! Di sini saja!” Dengan panik, ia duduk sambil meletakkan buku catatan yang dibawa. Nolan tersenyum kecil saat Candani pilih kursi berbeda, cukup jauh. Nolan berdiri, hal itu jadi atensi Candani. Dengan ringan, Nolan yang mengikis jarak dan duduk di kursi paling dekat dengan Candani. Membawanya berhadapan. Candani mendelik tidak terima, dia bersiap bangun untuk pindah lagi tetapi terkesiap saat tahu-tahu Pak Nolan berdiri dan mendorongnya duduk. “Pak!” tegurnya terkejut. Nolan meletakkan dua tangannya di masing-masing

