Butuh dirimu, tapi...

3019 Words

Aku dan Candani sempatkan mampir ke toko kue milik keluarga Pak Dzaki tadi sebelum di antar ke stasiun, selain membawakan pesanan Neisha, ada banyak buah tangan yang disiapkan Eymi. Padahal bagiku sudah diterima, dijamu sebaik mungkin saja sangat melegakan, penuh syukur. Semua kue yang ada di toko tadi begitu membuat kalap mata. Keadaan ramai, bahkan sudah ada yang menunggu sebelum buka. Candani yang paling semangat karena memang ia dan Vera sedang merintis usaha kuliner juga walau masih sekala kecil, benar-benar awal. Dia senang karena bisa belajar, toko impiannya. Kami dibawakan yang sekiranya awet, tidak cepat basi. Sisanya untuk menikmati dikereta. Pak Dzaki bersama Nara yang mengantar tadi. Eymi dan orang tua Pak Dzaki melepas sampai depan rumah. Selama di sana, aku dikenalkan pada b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD