[Berhenti mengirimkan bunga untukku, berhenti datang menemui Abang Sena juga. Apa tujuan Aa melakukan semuanya? Itu enggak akan mengubah apa pun yang sudah terjadi, aku dengan pilihanku. Aa sebaiknya lanjutkan hidup sebaik mungkin] Akhirnya setelah berperang dengan segala pemikiranku, aku membuka nomor yang sempat kublokir. Setelah pesan terkirim, aku masih menatap setiap kalimatnya. Menghela napas dalam-dalam, kemudian mendongak menatap tampilanku sendiri. “Dil, Pak Dzaki sudah datang...” beritahu Mbak Titi. Candani sudah berangkat lagi, memulai kuliahnya sampai akhir pekan berikutnya baru pulang. Jadi sekarang di rumah ini hanya tinggal kami bertiga, aku, Mbak Titi dan Neisha. Aku memberi anggukan, kemudian segera memastikan penampilan dan keluar menemuinya. Dia baru kembali ke

