Chapter 6—Sepakat? . . Nolan masih mengendus tubuhnya, mencari aroma tidak sedap yang dimaksud Candani, “bau katanya? Ck!” Merasa tubuhnya wangi seperti biasa, seorang Nolan Sadajiwa sangat cinta kebersihan terutama dirinya sendiri. Setiap teman wanita yang pernah dekat dengannya, bahkan selalu mengatakan dirinya wangi. Baru Candani. “Bawaan hamilnya?” pikirnya. Dia terlalu asing dengan situasinya, ditambah semua memang di luar bayangannya saat kembali ke Jakarta hanya untuk Papi yang minta dan perusahaan keluarganya, bukan menjadi seorang Ayah apalagi menikah. Semua rencananya berubah, dan dia bukan pria pengecut yang akan angkat tangan dari hasil perbuatannya sendiri. Dia mengganti bajunya, dan memakai parfumnya. Memastikan sewangi-wanginya. “Kalau dia bilang, aku masih bau... a

