Chapter 7—Pengakuan... . . “Huft...” Candani berulang kali menarik lalu membuang napasnya, sejak memutuskan sepakat untuk tanggung jawab yang Pak Nolan ajukan, Candani tahu jika selanjutnya bagian terberat yaitu hadapi keluarganya, mengenalkan Pak Nolan secara tiba-tiba. Pak Nolan laki-laki kedua yang berani ia kenalkan pada keluarganya, dulu ada Julian Rolav. Itu pun mengejutkan karena perbedaan keyakinan yang jelas tanda tak bisa berlanjut ke jenjang serius kecuali ada yang berkorban salah satunya. Selebihnya, Julian bisa diterima keluarganya dan dipercaya menjaga Candani. Lalu sekarang, Nolan Sadajiwa. Seorang Pria yang bahkan usianya terpaut sembilan tahun darinya sekaligus salah satu bos dikantornya, ditambah kenyataan yang akan diungkapkan. Candani yakin, keluarganya akan lebi

