Chapter 9—Penolakan . . Ketika Arlo memberitahu kalau Nyonya Sadajiwa menanyakan kegiatan Nolan hari ini, firasatnya langsung tak baik. Tidak lama ponselnya juga berdering, panggilan dari Ardhani Nadav Sadajiwa. Nolan menjawabnya, hanya mendengar satu ucapannya yang tak lain merupakan perintah. “Papi tunggu di rumah, malam ini.” Nolan tidak bisa menolak, segera pulang ke rumah orang tuanya. Nolan tak pernah menginap, hanya datang jika papinya meminta. Rumah megah itu tak pernah benar-benar bisa disebut rumah. Selain ada Papi dan Mami, pun ada satu kakak laki-laki dan perempuan Nolan. Mereka anak kandung dari Papi-Mami, beda Ibu dengan Nolan. Anvaya Dante Sadajiwa, si putra sulung yang terpaut empat tahun dengannya. Belum menikah sampai saat ini, dia menjadi wakil Papi di perusahaa

