Rumahku

3263 Words

Hari pernikahanku akhirnya tiba. Aku duduk dengan tegap, diarahkan mengambil beberapa pose—ada yang menatap ke kamera pun ada yang tidak—dilakukan untuk dokumentasi pernikahanku hari ini. Bukan terlalu percaya diri atau apa, hari ini saat aku disiapkan dan selesai, aku menatap diriku dicermin dengan pencahayaan yang tepat itu. Aku hampir tidak mengenali diriku sendiri, pantas Candani dan ipar-iparku berseru aku sangat pangling dan cantik. Aku sebenarnya tidak suka make up berlebihan, pengecualian hari ini. Aku tidak banyak meminta, selain ingin terlihat pantas saat bersanding nanti dengan suamiku. Aku seperti ditakdirkan untuk memakai mahkota siger sunda ini, pun seperti rencana jika aku jadi menikah dengan Pak Dzaki, hingga pada akhirnya bersama Aa Athaar. Kebaya putih yang panjan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD