Don Lorenzo kembali duduk. “Mulai besok, keputusan terakhir ada padamu. Jika kau jatuh, itu karena langkahmu sendiri. Jika kau menang, itu juga karena langkahmu.” Ia memandang putrinya lebih lama. “Dan ingat satu hal!!" “Apa?” “Jangan pernah memimpin dengan rasa takut kehilangan. Itu membuat orang menjadi defensif. Pimpin dengan keyakinan membangun.” Gwen mengangguk pelan. “Aku mengerti!!" “Tidak,” Lorenzo tersenyum tipis, “kau akan mengerti setelah kau hampir kehilangannya.” Keheningan yang berbeda kini memenuhi ruangan. Lebih ringan. Lebih jelas. Gwen melangkah mendekat dan, untuk pertama kalinya dalam percakapan itu, ia bukan hanya CEO baru. Ia adalah anak. “Terima kasih, papa!!" katanya pelan. Lorenzo mendengus ringan. “Jangan berterima kasih. Buktikan!!" Gwen tersenyum

