94. Terpaksa Membunuh Mereka

1452 Words

Gelap masih menyelimuti ruangan. Namun di tengah kekacauan itu ... niat membunuh punya arah yang sangat jelas. Citra tidak bergerak dari posisinya. Matanya terkunci hanya pada satu orang. Gwen. Semua suara lain seolah hilang. Tidak ada Bella. Tidak ada Maxim. Tidak ada perang. Hanya target. Tangannya terangkat perlahan. Senjata lurus ke depan. Napasnya stabil. “… cukup,” bisiknya. Klik. Maxim melihatnya. Bukan lewat cahaya. Bukan lewat bayangan. Tapi insting. Dan itu cukup. “GWEN !!!” DOR!!! Waktu seperti pecah. Peluru melesat lurus ke arah Gwen ... namun sebelum itu sampai ... Maxim sudah bergerak. Cepat. Brutal. Tanpa pikir panjang. Ia menarik Gwen ke dalam pelukannya. Memutar tubuhnya. Peluru itu ... nyaris. Hanya sejengkal dari tubuh Gwen. Suara dentingan logam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD