24. Kau Menjadi Milikku

1345 Words

Fajar datang lebih cepat dari yang mereka kira. Cahaya matahari pagi menyelinap di sela tirai kamar tamu tempat Gwen terlelap, kepalanya bersandar di d**a Maxim. Malam itu mereka tidak melangkah lebih jauh bukan karena keinginan yang kurang, melainkan karena janji yang ingin mereka jaga. Namun pelukan mereka cukup untuk menenangkan segala luka lama. Maxim terjaga lebih dulu. Ia memandangi wajah Gwen yang damai, sesuatu yang dulu hanya bisa ia lihat dari kejauhan. Lima tahun lalu, wajah itu adalah alasan ia memilih pergi. Hari ini, wajah itu adalah alasan ia memilih tinggal. Ketukan pelan di pintu membuat Maxim mengangkat kepala. “Papa?” suara kecil Lucas terdengar dari balik pintu. Maxim tersenyum dan bangkit perlahan agar tidak membangunkan Gwen. Ia membuka pintu dan langsung disambu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD