23. Si Kecil Penyemangat Hidup

1721 Words

Pintu depan rumah besar itu belum lama tertutup ketika suara langkah kecil terdengar dari halaman. “Bu!” Gwen menoleh lebih dulu. Lucas berlari kecil menghampirinya, dituntun oleh Kakek Paul yang napasnya sedikit terengah. Wajah bocah itu terlihat cemas, matanya sibuk mencari-cari hingga akhirnya bertemu dengan ibunya. “Ibu!” Lucas langsung memeluk Gwen erat, lengannya yang kecil mengunci pinggang Gwen sekuat tenaga. “Aku cari Ibu di kebun, tapi Ibu tidak ada …” Gwen berlutut spontan, membalas pelukan itu, tangannya mengusap punggung Lucas dengan lembut. “Maafkan Ibu,” katanya lirih. “Ibu tidak bilang apa-apa.” Kakek Paul berdiri di samping mereka, menunduk sopan pada Tuan dan Nyonya Fedro. “Lucas gelisah. Katanya ingin mencari ibunya. Kami ke kebun, lalu ke sini.” Nyonya Fedro meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD