74. Takdir Yang Tak Bisa Diubah

1585 Words

Malam semakin larut. Hujan tipis mulai turun di kota, membasahi jalanan yang kosong. Lampu merah di depan rumah sakit berkedip pelan ketika mobil hitam Romano berhenti mendadak di depan pintu gawat darurat. Pintu mobil terbuka. “Dokter!!” teriak Jack. Maxim dan Gwen segera mengangkat tubuh Don Lorenzo keluar dari kursi belakang. Darah masih merembes dari luka di dadanya. Para perawat berlari mendorong brankar. “Cepat! Ruang operasi sekarang!!" Don Lorenzo segera dibawa masuk melalui pintu otomatis yang terbuka lebar. Lampu putih rumah sakit terasa terlalu terang setelah malam penuh tembakan. Gwen berdiri di tengah lorong, tangannya masih penuh darah ayahnya. Tubuhnya gemetar. Maxim menatapnya sebentar. “Dia akan selamat,” kata Maxim pelan. Namun Gwen tidak menjawab. Matanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD