96. Berlibur Sejenak

1846 Words

Gwen tidak langsung menjawab. Ia berdiri di dekat jendela markas, menatap ke luar. Kota masih terbangun setengah, lampu-lampu jalan perlahan padam digantikan cahaya pagi yang lembut. “Aku juga bersyukur,” katanya pelan. Di ujung telepon, Bella tersenyum kecil. Kali ini, ia bisa mendengar sesuatu yang berbeda dari suara Gwen. Lebih ringan. “Gwen …” Bella menarik napas, ragu sejenak. “Boleh aku minta sesuatu?” Gwen sedikit mengernyit, tapi nada suaranya tetap tenang. “Apa?” Jeda. Tidak lama, tapi cukup untuk terasa. “Ayo kita pergi.” Gwen mengalihkan pandangannya dari jendela. “Pergi?” “Iya,” Bella tertawa kecil, agak gugup. “Pergi jauh. Liburan. Keluar negeri. Ke mana saja yang bukan tempat ini.” Sunyi beberapa detik. Maxim yang berdiri tidak jauh dari Gwen melirik sekilas, seo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD