59. Masalah Perusahaan Akbar Group Makin Parah

1500 Words

Ruang meeting Akbar Group siang itu terasa lebih pengap daripada biasanya. Pendingin ruangan menyala normal, tetapi hawa panas berasal dari wajah Adrian yang terlihat menegang sejak lima menit sebelum rapat dimulai. Beberapa kepala divisi sudah duduk rapi dengan laptop yang terbuka, catatan di tangan, dan wajah-wajah yang menunggu giliran dihakimi. Mereka tahu betul, kalau Adrian memulai rapat tanpa basa-basi, artinya ada sesuatu yang besar yang membuat pria itu naik pitam. Adrian masuk, menghentak pintu rapat sedikit keras. Semua langsung duduk tegak. Malinda menyusul dari belakang, wajahnya dingin, tatapannya seperti pisau yang siap menebas semua orang di ruangan itu. “Baik,” ucap Adrian seraya menjatuhkan map tebal di atas meja. Bunyi buk! yang keras membuat beberapa staf terlonjak. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD