Siang itu matahari condong ke barat ketika Arman dan Indira akhirnya tiba kembali di apartemen setelah seharian berkeliling pusat perbelanjaan. Weekend jarang mereka manfaatkan benar-benar berdua seperti hari ini. Indira masih mengenakan dress sederhana berwarna krem, sementara Arman terlihat santai dengan kaos polo lengan pendek. Ada rasa lelah, tapi juga hangat yang tersisa dari kebersamaan mereka. Begitu sampai, Arman langsung masuk ke kamar. “Aku mandi sebentar ya, In. Badan lengket,” ucapnya sambil meraih handuk. Indira mengangguk. Ia meletakkan beberapa kantong belanja di atas meja makan, lalu merapikannya satu per satu. Hatinya terasa ringan. Untuk sesaat, masalah Malinda, Akbar Group, dan semua konflik yang belakangan menyesakkan d**a, seolah menjauh. Namun ketenangan itu tak b

