Indira duduk bersandar di punggung ranjang, kaki tertekuk rapi di balik selimut tipis. Piyama berwarna lembut sudah melekat di tubuhnya, rambutnya terurai seadanya. Perempuan itu sedang menunggu suaminya. Entah kenapa Indira merasa ada yang kurang jika tidur tanpa didampingi oleh Arman. Aroma tubuh Arman yang menenangkan seperti obat tidur alami bagi Indira. Di luar kamar tepatnya di balkon, suara Arman terdengar pelan tapi serius. Ia sedang menelepon Arkan. “Apa iya harus aku yang pergi ke Dubai?" tanya Arman. "aku nggak bisa ninggalin Indira saat ini, kondisi lagi kurang kondusif. Ada masalah cukup rumit di Akbar Group." Iya, Arkan pun tahu siapa Indira. Seorang perempuan yang tampak sederhana tapi sebenarnya adalah pewaris utama Akbar Group. Anak perempuan satu-satunya almarhum Yusuf

