21. Mama Dan Rencana Perjodohan Gilanya

1756 Words

“Arman, kapan kamu pulang? Kenapa mama tidak tahu?” suara sang mama terdengar datar, meski di dalamnya terselip nada kecewa yang sulit disembunyikan. Di ruangan yang megah itu, seorang wanita paruh baya dengan gaun elegan duduk tegak di sofa abu-abu, ditemani oleh putrinya yang masih muda dan seorang wanita lain yang wajahnya tampak asing bagi Arman. “Sudah dua hari lalu,” jawabnya pelan menatap sebentar ke arah sang mama. “Oh ya? Kamu nggak kasih kabar ke mama pun?” suara sang mama terdengar mengandung teguran. Arman mendengus pendek. “Untuk apa? Bukannya mama juga sibuk sendiri setiap harinya?” Suasana ruangan seketika mendingin. Adik perempuannya, Amel, menatap tak nyaman ke arah mereka berdua. Sedangkan wanita asing yang duduk di samping mamanya hanya tersenyum kaku, seolah sadar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD